Makalah Anatomi Dan Fisiologi
Pada System Endokrin
Disusun Oleh Kelompok 1 :
1.
Abner Koa
2.
Dwi Magdalena T
3.
Eria Purwitasari
4.
Melliya Andriyanti
5.
Oji Nasrul
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HUSADA
JOMBANG
PRODI S1-KEPERAWATAN
2015
DAFTAR ISI
1.
Cover………………………………………………………….……....
.i
2.
Daftar
isi…………………………………………………………….....ii
3.
Isi…………………………………………………………………...…..3
a. Pendahuluan…………………………………………………..…....3
1. Latar Belakang…………………………………………….…...4
2. Rumusan Masalah……………………………………….……..4
3. Tujuan Masalah………………………………………………...4
b. Pembahasan………………………………………………………...5
1. Pengertian system endokrin…….……………..……….……….5
2. Struktur
Dan Fungsi Norma system endokrin…………..……6
3. Kelenjar Yang Dihasilkan system
endokrin…………..……...6
4.
Hormon Dan Fungsinya system
endokrin…………..……..…7
5.
Penggolongan
Hormon system endokrin….………..………...7
6.
Fungsi Umum
Hormon system endokrin…………..………...7
7.
Karakteristik
Hormon system endokrin…………..………….8
8.
Pengaturan Hormon system
endokrin…………..……………8
9.
Fungsi Kelenjar system
endokrin…………..………………...9
10.
Macam-macam
Kelenjar system endokrin…………..……....9
11.
Gambar
anatomi dan fisiologi system endokrin…..……...…27
c. Penutup……………………………………………………………29
1. Kesimpulan............................................................................…29
2. Saran ……………………………………………………...…..29
4.
Daftar
pustaka…………………………………………………...……30
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembahasan ini merupakan pembahasan ringkas
mengenai endokrinologi dan mengkaji peran hormone dalam pengaturan fisiologi
manusia. Dalam pembahasan ini, keterkaitan dengan fisiologi refroduktif akan di
tekankan dan di uraikan pada pembahasan lain dalam makalah ini sehingga
interaksi relevan akan di jelaskan secara lebih rinci.
Sistem endokrin, bersama dengan sistem saraf,
mengoordinasi, mengatur, dan menyesuaikan fisiologi internal sebagai respons
terhadap perubahan di lingkungan eksternal. Sistem saraf cenderung
bereaksi dalam situasi ketika di perlukan respon segera, sedangkan sistem
endokrin berperan dalam memperthankan fungsi tubuh untuk periode yang lama.
Sebagai contoh, menggigil di picu oleh aktifitas neuromuskulus untuk melawan
penurunan suhu lingkungan, sedangkan banyak daur di tubuh misalnya daur
haid,hampir seluruhnya di atur oleh sistem hormon. Namun, kedua berinteraksi
satu sama lain sehingga sebagaian respons cepat memiliki komponen
hormonal.sebagai contoh,pelepasan adrenalin dan refleks.serta pengeluaran
hormon sering di atur oleh jaras neuron melalui hipotalamus
B. Rumusan Masalah
1.
Apa
Pengertian Sistem Endokrin ?
2.
Apa
Fungsi Dari Sistem Endokrin ?
3.
Apa Saja
Kelenjar Yang Dihasilkan Oleh System Endokrin ?
4.
Apa
Fungsi Kelenjar Endokrin ?
5.
Penyakit
Apa Saja Yang Dihasilkan Kelenjar Endokrin ?
C. Tujuan Masalah
1.
Mengetahui Pengertian Sistem Endokrin ?
2.
Mengetahui
Fungsi Dari Sistem Endokrin ?
3.
Mengetahui
Kelenjar Yang Dihasilkan Oleh System Endokrin ?
4.
Mengetahui
Fungsi Kelenjar Endokrin ?
5.
Mengetahui
Penyakit Apa Saja Yang Dihasilkan Kelenjar Endokrin ?
BAB
II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
Sistem endokrin adalah sistem yang bekerja
dengan perantaraan zat-zat kimia (hormone) yang di hasilkan oleh kelenjar
endokrin. Kelenjar endokrin merupakan kelenjar buntu (sekresi interna) yang
mengirim hasil sekresinya langsung kedalam darah dan cairan limpe. Hasil
sekresinya beredar dalam jaringan kelenjar tanpa melewati saluran (Dukus).
Permukaan sel kelenjar menempel pada dinding setenoid / kapiler darah. Hasil
sekresi dari kelenjar endokrin di sebut hormon .
Sistem endokrin terdiri atas
kelenjar-kelenjar endokrin yang bekerja sama dengan sistem saraf yang mempunyai
peranan penting dalam pengendalian kegiatan organ-organ tubuh.
Kelenjar endokrin merupakan kelompok sel yang
terdiri atas deretan sel berbentuk lempengan atau gumpalan yang di sokong oleh
jaringan ikat harus yang banyak mengandung pembuluh kapiler sinusoid yang
berasal dari embrional. Sel endokrin berintegrasi untuk mengatur dirinya dalam
berbagai macam cara yang rumit dengan melibatkan sistem saraf.
2.
Struktur Dan
Fungsi Normal
Sistem
endokrin bersama dengan sistem saraf mengontrol dan mengintegrasikan fungsi
tubuh. Kedua sistem ini bekerja sama untuk mempertahankan homestasis. Secara
erat kaitan kedua fungsi mereka, sehingga tidak dapat dibedakan satu dengan
yang lainnya pada karakteristik tertentu. Misalnya
kelenjar medula adrenal dan kelenjar hipofise posterior berasal dari saraf.
Jika kelenjar dirusak atau diangkat, fungsi dari kelenjar-kelenjar ini akan
diambil alih sistem sarap.
Walaupun peran komunikasi dan integrasi dari sistem
endokrine dan saraf sama, namun cara bekerja dari masing –masing sistem
berbeda. Sistem saraf mengirim pesan melalui serat-serat saraf dan respon saraf
secara cepat dan selektif. Juga efek saraf biasanya cepat pada suatu kejadian
dan berlangsung singkat. Pada sistem endokrin pengiriman pesan melalui
hormon-hormon yang disekresikan ke dalam darah. Efek hormon terhadap suatu peristiwa
lebih lambat bila dibandingkn dengan saraf. Tetapi mempunyai efek kegiatan yang
lebih lama. Kegiatan sistem endokrin dapat terlokalisir pada suatu daerah atau
menyeluruh pada semua sel-sel tubuh.
3.
Kelenjar Yang Dihasilkan
Ada dua tipe kelenjar yaitu eksokrin
dan endokrin. Kelenjar eksokrin melepaskan sekresinya ke dalam saluran,
misalnya kelenjar eksokrin pada hati, pankreas( sebagian kelenjar endokrin ),
dan kelenjar mamae dan kelenjar lakrimalis. Kelenjar endokrin mensekresikan
hormonnya langsung menuju darah. Kelenjar endokrin meliputi :Pulau-pulau
langerhan, Gonad( ovarii dan testis ), Adrenal, pituetary, tiroid, paratiroid )
Meskipun masing-masing kelenjar
endokrin unik, namun mempunyai fungsi independent. Berbagai macam kelenjar juga
melakukan fungsi interdependent. Pelepasan hormon dari satu kelenjar sering
juga mempengaruhi pelepasan hormon-hormon dari kelenjar yang lain. Fungsi
interdependent akan membantu untuk mempertahankan kadar hormonal secara
optimal dan homestasis.
4. Hormon Dan Fungsinya
Kata hormon diambil dari bahasa
Yunani, yang artinya mengatur pergerakan. Hormon-hormon mengatur pergerakan
pada berbagai proses pengaturan kehidupan yaitu: Pertumbuhan fisik dan
intelektual, pubertas, reproduksi, metabolisme, perkembangan individu, reaksi
terhadap stres dari lingkungan internal atau eksternal dan mempertahankan
homestasis.
Menurut
batasan tersebut, hormon adalah zat kimia yang disekresi kedalam cairan tubuh
oleh sebuah sel/sekelompok sel/ kelenjar buntu, dibawa oleh darah ke sel-sel
target/ sasaran dan mengendalikan serta mengatur fungsi-fungsi tersebut di
dalam tubuh.
5. Penggolongan
Hormon
Secara kimiawi hormone
merupakan kelompok zat yang dapat di klasifikasikan seperti dibawah ini :
1.
Biogenic amines( epinefrine,
norepinefrine )
2.
Amino acid ( tyroxine )
3.
Peptida ( vaso presin )
4.
Protein ( pituetary, GH, H. Paratiroid
, insulin, glukagon )
5.
Steroid(
aldosterone, cortisol, H. Androgen )
Beberapa hormon dapat dianggap sebagai hormon
lokal karena bekerja dekat tempat dengan sekresinya. Contohnya adalah
hormone-hormone pencernaan, seperti sekresin, gastrine. Hormon lokal dapat
dimusnahkan lebih cepat.
Hormon umumnya diangkut keseluruh tubuh dan
bekerja di organ yang letaknya jauh dari tempat asalnya(asal sekresinya). Ada
yang bekerja di hampir semua sel tubuh (tiroksin/ T4/ T3) dan ada yang
bekerja hanya pada sel khusus ( ACTH ).
6.
Fungsi Umum Hormon
Fungsi
hormon secara umum mencakup semua aspek fungsi tubuh antara lain :
1. Metabolisme,
pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi.
2. Berperan
dalan homeostasis yaitu mempertahankan lingkungan dalam tetap.
3. Mengendalikan
metabolisme karbohidrat dan protein.
4. Mengendalikan
keseimbangan air dan elektrolit
5. Mengendalikan
kadar gula darah.
Bekerja sama dengan sistem saraf : hormon mengintegrasikan jawaban organ
dan jaringan tubuh yang berbeda-beda terhadap rangsang internal dan eksternal.
7. Karakteristik
Hormon
Meskipun masing-masing hormon unik dalam
strukrtur dan fungsi yang dimiliki, semua hormon secara umum mempunyai
karakteristik seperti dibawah ini :
1.
Hormon
disekresikan secara siklus dan sebagai respon terhadap tubuh dan irama
lingkungan. Misalnya, kadar dari hormon adrenocortical lebih rendah pada malam
hari dan meningkat pada pagi hari. Kemudian turun kembali pada kadar yang
lebbih rendah pada sore hari. Pola sekresi ini disebut pola diurnal. Kadar
estrogen meningkat dan turun selama siklus menstruasi pola ini disebut
pola silkus dan pulsatil.
2.
Hormon
mengontrol kecepatan aktifitas sel.
3. Hormon disekresikan dalam konsentrasi yang kecil.
Bagaimanapun dalam jumlah kecil dapat lebih besar pengaruhnya terhadap struktur
dan fungsi tubuh.
4. Hormon
mempengaruhi setiap sel yang memiliki receptor yang sesuai.
Hormon
secara konstan dinon aktifkan oleh hepar dan dikeluarkan oleh ginjal.
8. Pengaturan Hormon
Pelepasan hormon dari kelenjar induknya dikontrol oleh faktor kimia dan saraf.
1. Kontrol kimia
Kadar hormonal darah dikontrol melalui sistem negative feedback. Suatu hormon cukup dihasilkan untuk efek fisiologi normal, peningkatan lebih lanjut dalam sekresi dari hormon ini dapat dicegah melalui negative feedback. Misalnya peningkatan hormon ACTH dari kelenjar pituitary anterior akan merangsang peningkatan pelepasan hormon kortisol dari kortek adrenal, hal ini akan menyebabkan penurunan dari ACTH dan seterusnya. Penambahan kadar darah oleh substansi lain dari hormon akan mempengaruhi sekresi hormon. Misalnya pengaturan kadar kalsium darah diatur oleh parathormone yang di hasilkan oleh kelenjar para thyroid. Juga pelepasan insulin dari pulau-pula- langerhans di pankreas tergantung pada kadar glukosa darah.
2. Pengontrolan saraf
Sistem saraf otonom dan saraf pusat
bereaksi terhadap rangsangan dari semua tipe, baik itu dari lingkungan internal
maupun eksternal. Reaksi ini dikirimkan menuju hipothalamus suatu bagian vital
dari sisten saraf pusat yang kemudian segera mengisyaratkan pada kelenjar
pituetary. Rangsangan terhadap hipothalamus akan merangsang pelepasan
hormon-hormon pituetary.
9. Fungsi Kelenjar Endokrin
1.
Menghasilkan hormon yang dialirkan kedalam darah yang yang diperlukan
oleh jaringan tubuh tertentu.
2.
Mengontrol aktivitas kelenjar tubuh.
3.
Merangsang aktivitas kelenjar tubuh.
4.
Merangsang pertumbuhan jaringan.
5.
Mengatur metabolisme, oksidasi, meningkatkan absorbsi glukosa pada usus
halus.
6.
Memengaruhi metabolisme lemak, protein, hidrat arang, vitamin, mineral,
dan air.
10. Macam-macam
Kelenjar Endokrin:
1.
Kelenjar
pituitary/hipofise
a.
Antomi dan fisiologi
Kelenjar hipofisis adalah
suatu kelenjar endokrin yang terletak di dasar tenggorokan (sela
ptursika), fossa pituitariaos sphenoid, besarnya kira-kira 10x13x6 mm dan
beratnya sekitar 0.5 gram. Kelenjar hipofisis mempunyai 3 lobus yaitu lobus anterior, lobus
intermedia, dan lobus posterior.
b. Fungsinya
Kelenjar ini memegang peranan
penting dalam mengatur sekresi hormone dari semua organ endokrin, kegiatan
hormone yang lain, dan mempengaruhi pekerjaaan keenjar yang lain. Fungsi
hipofisis dapat diatur oleh susunan saraf pusat melalui hipotalamus yang
dilakukan oleh sejumlah hormone yang dihasilkan hipotalamus akibat rangsangan
susunan saraf pusat. Hormone-hormon yang mengatur fungsi hipofisis disebut
hypophysiotropic hormone yang dihasilkan oleh sel-sel neuro sekretoris yang
terdapat dalam hipotalamus.
c. Hormone-hormon
yang dihasilkan kelenjar hipofise
1. Lobus
Anterior (Adenohipofisis)
Berasal dari kantong rathke (2 tulang rawan) yang
menempel pada jaringan otak lobus posterior menghasilkan sejumlah hormone yang
bekerja sebagai pengendali produksi dari semua organ endoktrin yang lain.
a.
Growth hormone (GH) / Somatotropin hormone
1.
merupakan suatu protein
2.
merangsang pertumbuhan sel-sel tubuh sampai ukuran dewasa
3.
mempengaruhi metabolisme lemak
Somatotrop Hormone (STH)
disebut juga hormon pertumbuha
yang bekerja menstimulasi
pertumbuhan tubuh, terutama cakra epifisis dari tulang pipa. Kelebihan hormon
tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan raksasa (gigantisme). Jika kelebihan
tersebut terjadi pada saat seseorang tidak tumbuh lagi maka akan menyebabkan
penebalan pada tulang wajah, tengkorak, Langan, dan kaki yang disebut
akromegali. Kekurangan hormon tersebut dapat menyebabkan tubuh menjadi kerdil
(katai).
Factor-faktor yang meningkatkan sekresi GH adalah sebagai berikut:
1.
Keadaan yang memerlukan energy (menurunkan glukosa darah).
2.
Keadaan yang meningkatkan asam amino tertentu dalam darah.
3.
Rangsangan stres.
4.
Tidur.
b.
Prolactin/lactogen hormone
Merupakan suatu protein. Hormon ini memulai dan mempertahankan laktasi
dengan mempengaruhi langsung kelenjar-kelenjar susu di mamae. Prolaktin
dihasilkan oleh sel-sel laktotrof di
hipofisis bagian depan dengan bantuan hormone lain. Hormone ini mempunyai
kemampuan untuk merangsang pertumbuhan payudara dan merangsang produksi air
susu. Akibat pengaruh hormone estrogen,
kadar prolaktin pada perempuan akan meningkat lebih tingggi sesudah menjadi
perempuan dewasa (pubertas). Selama kehamiilan kadar prolaktin akan terus
meningkat sejak dini sampai mendekati kelahiran. Setelah lahir kadar prolaktin
akan mulai menurun. Sekresi prolaktin diatur dan diawasi hipotalamus.
c.
Follicle
stimulating hormone( FSH)
Sel-selnya berbentuk angular terdapat
di seluruh hipofisis, mengandung sekretory granula diameter 275-375. FSH
merangsang perkembangan folikel de grap dalam ovarium pembentukan spermatozoa
pada testis merangsang gametogenesis laki-laki.
d.
Luteinizing Hormone ( LH )
Merupakan glikoprotein, mengendalikan
sekresi estrogen dan progesterone dalam ovarium, memengaruhi luteinisasi pada
wanita. Hormone ini pada laki-laki disebut sebagai interstisial cell
stimulating hormone (ICSH) yang memengaruhi produksi testosterone dalam testis.
e.
Interstitial cell stimulating hormone (ICSH)
Merangsang sekresi dari tetosterone pada laki-laki
f.
Adenocorticotropic
Hormone (ACTH)
Mengendalikan kelenjar suprarental
dalam menghasilkan kortisol yang berasal dari korteks kelenjar suprarental.
Selnya mengandung secretory granules berdiameter 375-550 nm, merupakan sel
terbesar yang dapat ditemukan dalam sel-sel hipofisis. Sel ini menyintesis
hormone ACTH dan betaliprotein, diproduksi dan disimpan dalam sel basopil
hipofisis anterior, dan mempunyai efek terhadap suprarental dan ekstra adrenal.
g.
Thyroid
stimulating hormone ( TSH)
Hormon tirotropik (TSH) mengendalikan
kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormone tiroksin. Sel-selnya besar berbentuk
polyhedral dan mengandung granula kecil yang berdiameter 50-100 nm. Fungsinya
merangsang pembesaran tiroid, menambah ambilan (uptake) yodium dan menambah
sintesis tiroglobulin.
h.
Melanocyte Stimulating Hormone
MSH dihasilkan oleh hipofisis pars
intermedius dan didapati pada manusia dalam. fase kehidupan fetus. Peran MSH dan proses fisologinya berperan pada
kulit.
2. Lobus Posterior ( Neurohipofisis)
Berasal dari evaginasi atau penonjolan dasar dari vetrikel otak. Ketiga
lobus ini menghasilkan hormone vasopressin atau arginen vasopressin.
Vassopresin atau Arginen Vaso
Previn (APV), adalah Anti Diuretik Hormon (ADH) yang bekerja
melaluui reseptor-reseptor tubuli distaldari ginjal untuk menghemat air dan
mengonsentrasi urine dengan menambah aliran osmotic dari lumina-lumina ke
intestinum medular yang membuat kontraksi otot polos. Dengan demikian ADH memelihara
konstannya osmolaris
(konsentrasi larutan) dan volume cairan dalam tubuh.
Pengaturan sekresi vasoperin atau arginen vaso previn
adalah sebagai berikut:
1.
Perubahan tekanan osmotic efek plasma (osmo reseptor ).
2.
Perubahan volume cairan (stress reseptor).
3.
Peningkatan osmolalitas (konsentrasi larutan) plasma dan penuruan volume
plasma merangsang sekresi vasopressin.
4.
Penurunan osmolalitas dan peningkatan volume plasma menghambat sekresi
vasopressin.
5.
Osmoreseptor (konsentrasi natrium) terdapat di hipotalamus dan stress
reseptor sistem kardiovaskular bertekanan rendah dan tinggi.
6.
Rangsangan angiotensin II (senyawa peptidase), adrenalin, kortisol,
estrogen dan progesterone, susunan saraf pusat, dan peningkatan suhu tubuh.
a.
Antidiuretik Hormone ( ADH )
Mempengaruhi permiabilitas membrane tubulus ginjal untuk memproduksi urine pekat.
Dengan demikian hormone ini menahan air dengan meningkatkan permeabilitas
tubulus distal dan duktus koligentis ginjal. Air meninggalkan
tubulus dan duktus sehingga terjadi
pemekatan urine. Merangsang otot polosdari
pencernaan dan pembuluh darah
b. Oxytocine
Dilepas dari ujung saraf,
menyebabkan otot polos uterus berkontraksi dalam stadium akhir kehamilan, dan
juga kontraksi sel mioepitel pada alveoli dan saluran keluar klenjar mamae.
3.Lobus Intermedia
Bagian ini terpisah dari lobus anterior oleh sisa kantong
ratkhe yang disebut celah ratkhe. Pada manusia sel lobus
intermediatidak bergranula dan terkadang ditemukan juga koloid yang fungsinya tidak
diketehui.
1.
Pars distalis
Bagian ini meliputi 75% dari kelenjar hipofisis yang
hampir seluruhnya terbungkus dalam suatu kapsul fibrosa yang padat.
2.
Pars intermedia
Sebuah lapisan tipis
sel-sel dan vesikel-vesikel yang mengandung koloid (lengketan partikel),
berbentuk polygonal, kecil, berwarna pucat, dan bergranula.
3.
Pars tuberalis
Bagian ini membentuk suatu
lapisan yang berhubungan erat dengan banyak pembuluh darah dan tersusun
memanjang dalam kelompok korda yang pendek, membentuk kubodi, serta sitoplasmanya
mengandung granula halus dan sejumlah glikogen.
4.
Kromofil
Kromofil mudah terwarnai
dan mudah dikenali pada sajian biasa. Pada sel ini, sitoplasma yang lebih besar
dipenuhi oleh granula spesifik, sedangkan yang kecil dipakiai untuk
membedakan dua tipe asidofil.
a.
Asidofil alfa (orangeofil)
b.
Basofil (sel beta)
c.
Basofil delta
4. Hubungan antara hipotalamus dengan dengan
kelenjar pituitary
Hypotalamus
bertindak sebagai suatu penghubung yang penting antara mekanisme pengaturan
neurologi dan hormonal. Hypotalamus bertindak sebagai pengontrol atas kelenjar
pituetary dan kelenjar kelenjar lainya serta sel-sel tubuh. Hypotalamus(
lokasinya pada jaringan disekitar ventrikel III ) dan lobus pituitary anterior
berhubungan melalui hypotalamic–hypophyseal portal blood system, dimana
neurosecretory releasing factor (RF) dan neuro secretory inhibiting factory
(IF) yang disekresikan oleh hipotalamus menuju pituitary. Neurohypophysis
langsung berhubungan dengan hypotalamus melalui hypothalamic - hypophyseal
tract.
d. Penyakit yang ditimbulkan kelenjar hipofise
1. Hipopituitarisme
Insufisiensi hipofisis pada
umumnya mempengaruhi semua hormon hipofisis. Penyebabnya dikarenakan tumor
hipofisis, trombosit faskular.
2. Tumor Hipofisis
a.
menekan
kiasma optikum mempengaruhi lapangan pandang
b.
penyebaran
lebih keatas lagi adalah ke hipotalamus à diabetes insipidus
c.
bila
tumor sangat besar à
peningkatan tekanan intrakranial dan hidrosefalus
3.
Adenoma yg mensekresi prolaktin
Paling sering dijumpai dibanding adenoma yang
lain dan didapatkan antara 70-75 % dari seluruh tumor hipofise, umumnya wanita
lebih banyak dari pada pria.
2.
Kelenjar Tiroid
a.
Anatomi dan Fisiologis
Tiroid merupakan kelenjar yang berbentuk cuping kembar
dan di antara keduanya dapat daerah yang menggenting. Kelenjar tiroid terdiri
atas 2 belah yang terletak di sebelah kanan batang tenggorok diikat bersama
oleh jaringan tiroid dan yang melintasi batang tenggorok di sebelah depan.
Kelenjar tiroid merupakan kelenjar yang terdapat di dalam leher bagian depan
bawah, melekat pada dinding pangkal tenggorok. Kelenjar ini terdapat di bawah
jakun di depan trakea. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang mempengaruhi
metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh.
Tiroksin mengandung banyak iodium.
Kekurangan iodium dalam makanan dalam waktu panjang mengakibatkan pembesaran
kelenjar gondok karena kelenjar ini harus bekerja keras untuk membentuk
tiroksin. Kekurangan tiroksin menurunkan kecepatan metabolisme sehingga
pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun. Bila ini terjadi pada anak-anak
mengakibatkan kretinisme, yaitu kelainan fisik dan mental yang menyebabkan anak
tumbuh kerdil dan idiot. Kekurangan iodium yang masih ringan dapat diperbaiki
dengan menambahkan garam iodium di dalam makanan.
b.
Fungsi Kelenjar Tiroid
Fungsi kelenjar tiroid, terdiri dari :
1.
Bekerja sebagai perangsang proses oksidasi
2.
Mengatur penggunaan oksidasi
3.
Mengatur pengeluara karbon dioksida
4.
Metabolik dalam hati pengaturan susunan kimia
dalam jaringan
5.
Pada anak mempengaruhi fisik dan mental.
c.
Hormon-hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid :
1.
Tri-iodo-tironin(T3) dan Tiroksin (T4), berguna
untuk merangsang metabolisme zat, katabolisme protein, dan lemak. Juga
meningkatkan produksi panas merangsang sekresi hormon pertumbuhan, dan
mempengaruhi perkembangan sel-sel saraf dan mental pada balita dan janin.
Kedua hormon ini biasa disebut dangan satu nama,yaitu hormon tiroid.
2.
Kalsitonin : menurunkan kadar kalsium
plasma, denagn meningkatkan jumlah penumpukan kalsium pada tulang.
d.
Penyakit yang disebabkan :
1.
Kanker Tiroid
Penyakit kanker yang sering dikaitkan dengan
sistem endokrin adalah kanker tiroid. Penyebab utama dari kanker tiroid itu
sendiri masih belum diketahui. Namun, diketahui jika riwayat keluarga atau gen
dapat meningkatkan resiko gangguan ini. Kasus kanker tiroid memang masih belum
setenar jika dibandingkan jenis kanker yang lain, namun bukan berarti penyakit
ini dapat disepelekan begitu saja.
2.
Hipotiroidisme
Gangguan
lain pada sistem endokrin adalah hipotiroidisme. Gangguan ini dapat terjadi
ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup untuk
memenuhi kebutuhan tubuh manusia. Fungsi utama dari hormon tiroid adalah
mengatur metabolisme (cara tubuh memanfaatkan dan menggunakan energi) dan
mempengaruhi hampir sebagian besar organ yang terdapat pada tubuh. Tanpa hormon
tiroid yang cukup, fungsi tubuh akan cenderung melambat atau bahkan tidak dapat
berfungsi lagi jika penyakit tersebut telah memasuki level yang kritis.
3. Gondok
Adanya
struma atau pembesaran kelenjar teroid yang dikarenakan ukuran sel-selnya
bertambah besar, terbentuknya kista, proses radang atau gangguan auto imun
seperti penyakit graves, gangguan metabolik (defisiensi iodium).
4.
Tiroiditis
Yaitu peradangan pada kelenar teroid yang
dikarenakan kuman stafhylococcus aureus pnemuofokus.
5.
Tiroiditis hashimoto
Adalah peradangan pada kelenjar tiroid yang
dikarenakan tubuh melawan dirinya sendiri dalam suatu reaksi auto imun,
membentuk antibodi yang menyerang kelenjar tiroid
6.
Graves
Gangguan auto imun yang ditandai dengan produksi
auto antibodi. Penyebabnya predisposisi genetik pada penyakit auto imun.
3.
Kelenjar paratiroid
a.
Anatomi
Kelenjar
paratiroid terletak diatas selaput yang membungkus kelenjar tiroid. Kelenjar
paratiroid terdiri atas dua pasang (4 buah) yang terletak dibelakang tiap lobus
dari kelenjar tiroid, masing0masing dua disebelah kiri dan dua disebelah kanan,
besarnya setiap kelenjar kira-kira 5x5x3 mm dengan berat antara 25-30 mg. berat
keseluruhan dari kelenjar paratiroid kurang lebih 120mg. Setiap kelenjar paratiroid
diliputi oleh sebuah simpati tipis yang memisahkanny dari kelenjar tiroid.
Septa halus menjulur ke dalam kapsula membawa pembuluh darah dan saraf ke dalam
kelenjar. Jaringan ikat simpai dan septa (sekat pemisah) mengandung sel lemak
yang jumlahnya bertambah dengan bertambahnya usia. Folikel koloid terlihat
kecil dan lebih banyak dijumpai pada usia tua.
b.
Fungsi
1.
Bekerja sebagai perangsang proses oksidasi
2.
Mengatur penggunaan oksidasi
3.
Mengatur pengeluaran CO2
4.
Metabolik dlm hati mengatur susunan kimia dalam
jaringan
5.
pada anak mempengaruhi pekembangan fisik dan
mental
c.
hormon yang dihasilkan
Chief cells merupakan bagian terbesar dari
kelenjar paratiroid, mensintesa dan mensekresi hormone paratiroid / parathormon
(PTH). Pharathormon mengatur
metabolisme kalsium dan posfat tubuh organ targetnya adalah tulang, PTH
mempertahankan reabsorpsi tulang sehingga kalsium serum meningkat. Di tubulus
ginjal, PTH mengaktifkan vitamin D. Dengan vitamin D yang aktif akan terjadi
peningkatan absorpsi kalsium dan posfat. Selain itu hormone ini pun akan
meningkatkan reabsorpsi Ca dan Mg tubulus ginjal, meningkatkan P, Hco3 dan Na karena
sebagian besar kalsium disimpan ditulang maka efek PTH lebih besar terhadap
tulang.
d.
Penyakit yang ditimbulkan
1.
Hiperparatiroidisme
Suatu keadaan dimana kelenjar-kelenjar
paratiroid memproduksi lebih banyak hormon paratiroid dari biasanya.
4.
Kelenjar Adrenal
a.
Anatomi dan Fisiologis
Kelenjar adrenal atau suprarenal menempel pada
kutub superior ginjal. kelenjar adrenal kiri dan kanan tidak simetris pada
sumbu tubuh, kelenjar adrenal sebelah kanan lebih inferior, terletak tepat
diatas ginjal, dan bentuknya lebih piramid shape. Sementara kelenjar suprarenal
kiri lebih inferior, lebih kearah batas medial ginjal kiri, dan bentuknya lebih
cressent shape. Masing-masing berukuran tebal sekitar 1 cm, lebar apex sekitar
2 cm, lebar basal sekitar 5 cm. beratnya antara 7-10 gr. Kelenjar ini dibagi
menjadi:
1.
Bagian korteks yang mencakup 80-90% organ,
terletak bagian luar, dan berwarna kekuningan.
2. Bagian medula yang
terletak pada bagian dalam, berwarna gelap. Keduanya memiliki fungsi endokrin,
bagian korteks memproduksi kortikosteroid (kortisol, kortikosteron) dari
kolesterol, diregulasi ACTH. Bagian medulla memproduksi epineprin dan
norepineprin, diregulasi saraf simpatis
Kelenjar
adrenal terletak retroperitoneal, dibungkus kapsul jaringan ikat dengan banyak
jaringan adiposa. Kapsul jaringan ikat tersebut membentuk septa ke arah
parenkim yang masuk bersama pembuluh darah dan saraf.
Kelenjar
suprarenal merupakan salah satu organ yang paling kaya vaskularisasi. tiap
kelenjar mendapat perdarahan dari tiga arteri yang berbeda:
1.
Arteri Phrenic inferior yang akan membentuk
arteri suprarenal superior
2. Aorta yang akan
membentuk arteri suprarenal medial
3. Arteri renalis yang
akan membentuk arteri suprarenal inferior.
Cabang-cabang
ketiga arteri tersebut membentuk pleksus subcapsular. Dari pleksus tersebut
muncul arteri kortikal pendek, selanjutnya membentuk sinusoid berpori, dan
bermuara ke pleksus vena suprarenal di medula. selanjutnya vena suprarenal kiri
bermuara ke vena renal kiri dan vena suprarenal kanan bermuara ke vena cava
inferior. selain arteri kortikal pendek, dari pleksus subcapsular, juga muncul
arteri kortikal panjang yang tidak bercabang. menembus korteks sampai medulla.
b.
Fungsi Kelenjar Adrenal
1.
Mengatur keseimbangan air, elektrolit, dan garam
2.
Mengatur/memengaruhi metabolisme lemak,
karbohidrat dan protein
3.
Memengaruhi aktivitas jaringan limfoid
4.
Korteks ardenal
c.
Hormon-hormon yang dihasilkan kelenjar androgen
1.
Hormon Glukokortikoid( kortisol )
a. Mempertahan glukosa
darah dengan meningkatkan glukoneogenesis;
b. menurunkan kecepatan
penggunaan glukosa oleh sel-sel.
c. Meningkatkan
katabolisme protein.
d. Meningkatkan retensi
sodium dan air.
e. Anti inflamasi.
f. Degradasi kolagen
g. Menurunkan limposit T
h. Meningkatkan
neutrofil.
i.
Menurunkan pelepasan antibodi baru.
j.
Menurunkan basofil, eosinofil dan monosit.
k. Menurunkan pembentukan
jaringan parut.
l.
Meningkatkan pembentukan sel darah merah dan
platelet.
m. Meningkatkan produksi
asam lambung dan pepsin.
n. Mempertahankan
kestabilan emosi.
2. Hormon
Mineralokortikoid ( Aldosterone )
a.
Perangsang utama sistem renin-angiotensin.
b. Sangat responsive
untuk mempertahankan keadaan normovolumic dengan meningkatkan retensi natrium
dan air pada tubulus distal.
c. Menyebabkan
pengeluaran potasium.
d. Menyebabkan
peningkatan ekskresi ion amonium dan magnesium.
3.
Hormon Androgen
Fungsinya sama dengan hormon-hormon sek gonad.
4.
Epinephrine dan norepinephrine.
a.
Diperlukan untuk mempertahankan fungsi integrasi
dari neuroendokrine dari tubuh.
b.
Meningkatkan tekanan darah, heart rate dan
menyebabkan vasokonstriksi.
c.
Merangsang perubahan glikogren menjadi glukosa.
d.
Merangsang glukoneogenesis.
e.
Meningkatkan lipolisis.
d.
Penyakit pada kelenjar adrenal
1.
Sindrom cusing
Kelebihan
kortisol yang diproduksi kelenjar adrenal yang menyebabkan kelelahan dan
kelemahan otot dan kadang-kadang memicu kelumpuhan.
2.
Addinson
Rendahnya
tingkat kortison dan oldosteron dalam tubuh yang bisa mempengaruhi tekanan
darah.
3.
Pheochromocytoma
Tumor
medulla kelenjar adrenal yang timbul akibat kelebihan sekresi hormone epineprin
(adrenalin) dan norepineprin yang menyebabkan peningkatan tekanan darah
4.
Hiperaldosteronisme
Dikarenakan
sekresi berlebihan hormone aldosteron yang menyebabkan masalah tekanan darah.
5.
Pakreas
a.
Anatomi dan fisiologi
Pancreas adalah suatu alat tubuh yang
berbentuk agak panjang terletak retroperitoneal dalam abdomen bagian atas, di
depan vertebrata lumbalis I dan II. Kepala pancreas terletak dekat dengan
kepala duodenum, sedangkan ekornya sampai ke limpa. Penkreas mendapat darh dari
arteri lienalis dan arteri mesenterika superior. Duktus pankreatikus bersatu
dengan duktus koledukus dan masuk ke duodenum.
b.
Fungsi
Pancreas menghasilkan
kelenjar endokrin yang terdiri atas kleompok sel yang membentuk pulau-pulau
langerhans. Pulau-pulau langerhans berbentuk oval dan tersebar di seluruh
pancreas. Dalam tubuh manusia terdapat 1-2 juta pulau-pulau langerhans yang
dibedakan atas granulasi dan pewarnaan, setengah dari sel ini menyekesi hormone
insulin.
Pulau-pulau
menghasilkan 4 jenis sel.
1. Sel-sel A (alfa). Sekitar 20-40% memproduksi glucagon menjadi factor hiperglikemik yang
diranggsang oleh kadar gula yang rendah, mempunyai anti insulin like aktif,
dan mengandung gelembung sekretorik dengan granula homogen kepadatan rendah.
Glucagon melepaskan glukosa dengan glikogenesis sehingga dapat menaikan gula
darah dan melepaskan peptide aktif termasuk hormone ATCH.
2.
Sel-sel B (beta). Sekitar 60-80% fungsinya membuat insulin. Sel ini banyak mengandung
granula. Cirri khasnya dari sel ini adalahb terdapat kristaloid rhomboid
yang merupakan pengghasil insulin. Selain itu, sel ini bekerja terhadap membrane
sel untuk memudahkan transopr glukosa ke dalam sel sehinggga kadar gula darah
menurun.
3.
Sel-sel C. sekitar 5-15% membuat somatostatin, tidak
bergranula, dan berbentuk polygonal tak teratur. Inti sel ini berbentuk bundar
dan terletak di tengah mitokondria, sedangkan yang berbentuk batang terletak
dalam granula.
4.
Sel-sel D. sekitar 1% mengandung dan menyekresi
pankreatik polipeptida. Sel ini berjumlah lebih sedikit dan terletak berdekatan
dengan sel A. selain itu, sel tersebut berisi gelembung kecil dalam pulau
langerhans di daerah kepala pancreas dan melepaskan somatostain yang dapat
menghambat sekresi insulin dan glukosa.
c.
Hormon- hormon yang dihasilkan kelenjar
pankreas
1.
Hormon Insulin
a.
Menurunkan kadar glukosa darah.
b.
Meningkatkan pemakaian glukosa oleh jaringan adiposa dan sel-sel otot.
c.
Meningkatkan phosporylation glukosa oleh hati.
d.
Meningkatkan penggabungan asam amino menjadi protein.
2.
Hormone glukagon
a.
Merangsang pengeluaran glikogen dan meningkatkan kadar glukosa darah.
b.
Menrangsang hati untuk merubah glikogen menjadi glukosa.
c.
Pengaturan hormon insulin dan glukagon melalui umpan balik negative
konsentrasi glukosa di dalam darah.
d.
Penyakit pada pakreas
1.
Diabetes militus
Gangguan atau penyakit dari sistem
endokrin yang paling umum terjadi di dunia adalah diabetes. Diabetes adalah
penyakit di mana kadar glukosa darah, atau gula darah yang ada pada tubuh
manusia terlalu tinggi. Glukosa berasal dari makanan yang kita konsumsi,
sedangkan insulin adalah jenis hormon yang membantu glukosa masuk ke sel-sel
tubuh untuk menyuplai kebutuhan energi. Kondisi diabetes dapat terjadi
disebabkan karena tubuh kekurangan hormon insulin untuk membantu penyerapan
gula oleh tubuh, dan atau jika tubuh memproduksi insulin, namun fungsi tubuh
tidak bekerja secara maksimal sehingga tidak mampu untuk menyerap glukosa.
2.
Hipoglikemia
Hipoglikemia adalah kondisi dimana
tubuh kekurangan kadar glukosa atau rendahnya kadar gula. Hal ini dapat terjadi
karena kadar glukosa darah turun di bawah ambang batas normal. Sebagian besar
kasus hipoglikemia terjadi sebagai akibat dari perawatan untuk diabetes ketika
seseorang memiliki terlalu banyak hormon insulin. Namun kondisi ini juga dapat
terjadi pada orang lain yang sedang tidak menjalani penyembuhan diabetes,
meskipun hal ini masih jarang ditemui.
3.
Pankreasitis
inflamasi pada pancreas yang
dikarenakan cholecystolithiasis,
4.
Kanker pakreas
yang dikarenakan toksik, radiasi, gaya
hidup dan mengkonsumsi alcohol.
6.
Ovarium
a.
Anatomi dan Fisiologis
Merupakan kelenjar endokrin pada wanita, berfungsi
sebagai organ endokrin juga sebagai organ reproduksi. Struktur dari ovarium
yaitu terdiri dari 2 buah, berbentuk memanjang dengan panjang kira-kira 2,5 cm,
lebar 1,5 – 3 cm dan tebalnya 0,6 – 1,5 cm serta letaknya pada bagian pelvic
abdomen pada sisi uterus.
b.
Fungsi Ovarium
Sebagai organ endokrin, ovarium memiliki fungsi sebagai
berikut :
1.
Menghasilkan hormone estrogen dan
progesterone sebagai organ reproduksi.
2.
Menghasilkan ovum (sel telur) setiap
bulannya pada masa ovulasi.
c.
Hormon-hormon yang
dihasilkan ovarium
1.
Hormone estradiol (
estrogen
Fungsinya merangsang perkembangan seks sekunder
pada wanita selama pubertas dan mempertahankan reproduksi. Juga merangsang maturasi dari ovum ( di dalam
ovarium )
2.
Hormon Progesteron.
Merangsang perkembangan lapisan uterus dan kelenjar
mamae. Juga diperlukan untuk
pembentukan plasenta untuk mempertahankan kehamilan.
3.
Hormon Relaxine
Disekresikan hanya selama trimester terakhir
kehamilan. Untuk menolong
melunakkan ligamen, khususnya simphisis.
4. Follicle Stimulating Hormone (FSH)
Mulai ditemukan pada gadis umur 11 tahun dan jumlahnya terus-menerus
bertambah sampai dewasa. FSH dibentuk oleh lobus anterior kelenjar hipofisis.
Pembentukan FSH ini akan berkurang pada pembentukan / pemberian estogrn dalam
jumlah yang cukup dalam suatu keadaan yang terjadi pada kehamilan.
5. Luteinizing Hormone (LH)
LH bekerja sama denga FSH menyebabkan terjadinnya sekresi estrogen dari
folike de graaf. Lh juga menyebabkan penimbunan subtansi dari
progesterone dalam sel granulosa. Apabila estrogen dibentuk dalam jumlah yang
cukup besar akan menyebabkan pengurangan produksi FSH sedangkan produksi LH
bertambah hingga trcapai suatu rasio. Produsi FSH dan LH dapat merangsang
terjadinya ovulas
6. Prolaktin
Ditemukan pada wanita yang mengalami menstruasi dan banyak ditemukan pada
urine wanita hamil, masa lataksi, dan menopause. Hormone ini dibentuk oleh sel
alfa (asidophil)dari lobus anterior kelenjar hipofisis. Fungsi hormone ini
adalah untuk memulai mempertahankan produsi progesterone dari korpus luteum.
Kelenjar hipofisis dirangsang dan diatur oleh pusat yang lebih tinggi yaitu
hipotalamus untuk menghasilakan Gonadotrophin Releazing Factor Hormone
(GRFH).
d.
Penyakit yang disebabkan oleh hormon ovarium
a.
Fertilitas (dikarenakan tidak bekerjanya hormon
estrogen, progesteron, relaxine).
b.
Kanker ovarium(dikarenakan toksik, radiasi, gaya
hidup, mengkonsumsi alkohol).
c.
Sindrom
Ovarium Polikistik
Suatu kondisi hormonal umum
dimana wanita menghasilkan androgen berlebih yang menyebabkan ovulasi tidak
teratur, penyebabnya karena keturunan.
7.
Testis
a.
Anatomi dan Fisiologis
Merupakan kelenjar endokrin yang terdapat pada
laki-laki. Dua buah testis ada dalam skrotum. Testis mempunyai 2 fungsi yaitu
sebagai organ endokrin dan organ reproduksi. Testis menghasilkan hormone :
testosterone dan estradiol dibawah pengaruh LH. Testosteron diperlukan untuk
mempertahankan spermatogenesis, sementara FSH diperlukan untuk memulai dan
mempertahankanspermatogenesis.
Struktur dari testis itu sendiri yaitu terbentuk
oval (lomjong) dengan berat kira-kira 10 – 14 gram. Panjangnya 4 – 5 cm dan
lebar 2,5 cm. Masing-masing testis terdiri dari lilitan tubulus seminiferus
yang menghasilkan sperma. Diantara tubulus seminiferus terdapat sel-sel yang
menghasilkan hormone kelamin. Sel-sel yang menghasilkan hormone kelamin
tersebut adalah Interstitial Cells atau sel leyding. Sel-sel tersebut
mengeluarkan hormone kelamin laki-laki (androgen) yaitu hormon testosterone.
Efek testoeteron pada fetus merangsang
diferensiasi & perkembangan genital kearah pria. Pda masa pubertas hormone
ini akan merangsang perkambangan tanda-tanda seks sekunder. Seperti bentuk
tubuh, perkembangan dan pertumbuhan alat gerital, distribusi rambut tubuh,
pembesaran laring, penebalan pita suara serta perkembangan sifat agresif.
Sebagai hormon arabolik, akan merangsang pertumbuhan dan penutupan epifise
tulang.
b.
Fungsi Testis
Testis memiliki fungsi sebagai berikut :
1.
Menghasilkan sperma.
2.
Sebagai kelenjar endokrin yang
menghasilkan hormon androgen yaitu testosterone.
c.
Hormon-hormon yang dihasilkan oleh testis :
1.
Hormon androgen
Sebagai kelenjar endokrin yang
menghasilkan hormon androgen, yaitu testosterone diperlukan untuk untuk
mempertahankan spermatogenesis. Testosteron berfungsi menimbulkan dan
memelihara kelangsungan tanda-tanda kelamin sekunder. Misalnya suaranya
membesar, mempunyai kumis, dan jakun.
d.
Penyakit yang disebabkan oleh hormon
testosterone :
1.
Fertilitas (dikarenakan tidak
bekerjanya hormon testosterone).
8.
Kelenjar pineal
a.
Terletak antara hemisphere cerebral
dimana merupakan penonjolan dari serabut ventrikel III.
b.
Fungsi
Fungsinya yaitu mensekresikan hormone
melatonin
c.
Hormone yang dihasilkan
Melatonin yang berfungsi dalam dalam pengaturan siklus phenomena. Produksi melatonin terendah pada
siang hari dan tertinggi pada malam hari. Intensitas dan durasi cahaya
lingkungan, yang mencapai kelenjar melalui kolateral jalur penglihatan ,
mempengaruhi pelepasan melatonin.
d.
Penyahikit pada pineal
1. Insomnia : dikarenakan kurangnya pelepasan
kelenjar melatonin.
9.
Kelenjar timus
a.
Anatomi :
Terletak dibawah sternum dan antara kedua paru dan melapisi bagian atas
jantung.
b.
Fungsi : menghasilkan hormone Thymosin
c.
Hormone yang dihasilkan :
Thymosin berfungsi
untuk merangsang perkembangan sel-sel darah putih yang diproduksi
untuk kekebalan dan menghasilkan antibody.
d.
Penyakit yang disebabkan kelenjar timus :
1.
Immunodefisiensi congenital : yang dikarenakan ketidakmampuan total
untuk produksi antibody.
11. Gambar
Anatomi Dan Fisiologi Kelenjar-Kelenjar Endokrin
Kelenjar hipofise Kelenjar
tiroid dan paratiroid
Kelenjar
timus
Kelenjar pancreas kelenjar
adrenal
kelenjar testis
Kelenjar ovarium
Kelenjar
pineal
BAB III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Sistem endokrin semula tampakn sebagai sistem
sederhana yang terdiri atas kelenjar yang mengeluarkan perantara kimiawi (cemical
messenger), atau hormone, ke dalam darah tempat hormone akan diangkut ke
sel sasaran spesifik di tempat jauh dan memacu timbulnya reaksi. Namun,
sekarang jelas bahwa produsi hormone relative lebih rumit. Sebagian organ yang
memiliki fungsi lain juga menghasilkan hormone. Sebagai contoh, jantung
menghasilkan peptida natriuretik atrium (atrial natriuretic peptide,
ANP), yang memengaruhi reabsorpsi natrium ginjal sehingga memengaruhi tekanan
darah. Sebagian hormone dihasilkan oleh beberapa kelenjar berbeda, misalnya
somatostatin, yang diproduksi oleh hipotalanus, pancreas, dan usus. Walaupun
trofoblas adalah tempat utama pembentukan hCG, hormone ini juga dapat
dihasilkan oleh jaringan lain, walupun dalam kosentrasi yang sangat rendah
(Iles & Chard, 1991).
2.
Saran
1. Saran Bagi Mahasiswa
Keperawatan
Seluruh mahasiswa keperawatan agar meningkatkan
pemahamannya terhadap Anatomi Dan Fisiologi Pada
System Endokrin sehingga dapat
dikembangkan dalam tatanan layanan keperawatan.
2. Saran Bagi Perawat
Diharapkan agar perawat bisa menindaklanjuti Anatomi Dan Fisiologi Pada System Endokrin melalui kegiatan riset sebagai dasar untuk
pengembangan pengetahuan Practice di Lingkungan Rumah Sakit dalam seluruh
tatanan layanan kesehatan
3. Saran Bagi Institusi
Pendidikan
Bagi institusi pendidikan hendaknya menyediakan
buku – buku yang ada kaitannya dengan Anatomi
Dan Fisiologi Pada System Endokrin,
sehingga menambah refrensi bagi mahasiswa keperawatan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Sloane Ethel. 2004. Anatomi dan Fisiologi untuk pemula. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EG
7. http://elsaervina.blogspot.co.id/p/anatomi-fisiologi-sistem-endokrin.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar